Ikatan Konsultan Pajak Indonesia

Sebagai konsultan pajak yang sudah terdaftar resmi dan dinyatakan sah oleh Direktorat Jenderal Pajak, tentunya mengikuti pelbagai kegiatan Ikatan Konsultan Pajak Indonesia merupakan hal yang ditunggu-tunggu.

Ikatan Konsultan Pajak Indonesia bandung

Sebab, dalam event tersebut, rata-rata tidak hanya membahas bagaimana kelompok IKPI (Ikatan Konsultan Pajak Indonesia) berkembang, tetapi juga tentang seberapa besar kontribusi para anggota terhadap besarnya kepatuhan Wajib Pajak baru maupun lama pada negara.

Saat ini, IKPI memiliki cabang di 28 kota di Indonesia dan berpusat di Gedung Graha TTH Lt.3, Jl. Guru Mughuni No.106 Karet Kuningan, Jakarta Selatan 12940.

Kode Etik Ikatan Konsultan Pajak Indonesia

Dilansir dari situs resmi IKPI (ikpi.or.id), Kode Etik IKPI bisa diartikan sebagai kaidah moral yang menjadi pedoman dalam berpikir, bersikap, serta bertindak bagi setiap anggotanya dan mengatur sanksi terhadap pelanggaran kode etik organisasi ini sendiri.

Sebelum ingin melangkah ke arah yang lebih berat lagi yakni memberikan sejumlah arahan, nasihat, dan sejenisnya pada Wajib Pajak, seorang anggota yang sudah tergabung dalam IKPI harus mengetahui beberapa hal inti yang menyangkut tentang Kode Etik badan organisasinya seperti:

  1. Seorang konsultan pajak memang dituntut untuk patuh hukum dan peraturan perpajakan, serta punya integritas dan martabat yang tinggi dengan profesinya saat ini. Tentu saja sebagai Konsultan Pajak, di sini Anda diminta tidak hanya sekadar ‘menjadi’, tetapi juga memiliki kepribadian yang jujur, adil, bertanggung jawab, dan paham akan kapasitasnya sebagai pihak ketiga yang independen. Orang-orang yang jujur dan bertanggung jawab akan membawa kebaikan bagi diri dan organisasinya. Sementara kepatuhan terhadap hukum juga menandakan bahwa sebagai Warga Negara Indonesia, seluruh profesi tetap mendapatkan perlakuan yang sama di mata hukum tanpa terkecuali.
  2. Seluruh tugas yang diemban atau diamanatkan pada konsultan pajak harus dilakukan dengan semangat dedikasi tinggi serta independen. Seperti yang ada di pembahasan nomor satu, bahwa Anda sebagai Konsultan Pajak tidak boleh memberikan keputusan atau pun pendapat pada klien karena berada di bawah tekanan orang lain. Sebab, makna independen di sini berarti bebas dari desakan pihak mana saja dan seluruh perlakuan Anda pada klien atau Wajib Pajak memang didasarkan pada pengetahuan yang dimiliki.
  3. Konsisten menjaga kerahasiaan dalam menjalankan profesi. Sebagai Konsultan Pajak Anda juga diminta untuk menjaga seluruh data klien dan pekerjaan yang telah dilakukan. Hal ini demi melindungi nama baik klien dan tentu diri anda sendiri sebagai penyedia jasa konsultasi.
  4. Tidak ada pekerjaan ganda. Sebagai konsultan pajak yang sudah berkomitmen untuk melayani klien atau Wajib Pajak dengan hati nurani, maka tidak diperkenankan untuk terlibat dalam profesi lain seperti PNS kecuali di bidang riset, penelitian, dan pendidikan. Biasanya penggandaan profesi memang harus dihindari agar tidak terjadi praktik penyalahgunaan profesi atau wewenang.
  5. Tidak meminjamkan izin praktik untuk orang lain
    Karena sifatnya rahasia, maka setiap Konsultan Pajak tidak diziinkan untuk meminjamkan izin praktik untuk digunakan oleh pihak lain karena untuk mencegah penyalahgunaan izin dan hal-hal tidak diinginkan lainnya.
  6. Tidak boleh memberikan wewenang atau amanat pada pihak lain yang tidak memiliki pengetahuan di bidang perpajakan. Seorang Konsultan pajak juga tidak boleh melimpahkan tugas pada pihak lain yang memang tidak punya kapasitas di bidang perpajakan, sebab akan merugikan klien. Hal ini tentu berdampak pada pandangan masyarakat terhadap konsultan pajak ke depannya.

Jadi, sebaiknya saat Anda memutuskan untuk menjadi bagian dari Konsultan Pajak maka harus mengerti terlebih dahulu kode etiknya karena badan organisasi yang sah memiliki aturan sendiri.

Ikatan Konsultan Pajak Indonesia | admin | 4.5